Utarakini.com, PURWOKERTO-Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto resmi memperpanjang perjanjian kerja sama (PKS) dengan tujuh pemilik tenant Food Court Kampus 1 UIN Saizu Purwokerto.
Perpanjangan kontrak dilakukan di Ruang Pertemuan Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Saizu Purwokerto, Selasa (4/8/2026). Perpanjangan kontrak tersebut menjadi bukti kepercayaan para pelaku usaha terhadap pengelolaan kawasan kuliner kampus yang kini memasuki tahun ketiga.
Kepala P2B UIN Saizu Purwokerto, Dr. Rahmini Hadi menyebutkan, memasuki tahun ketiga pengelolaan kawasan kuliner Kampus 1, P2B UIN Saizu memperpanjang PKS dengan tujuh pemilik tenant Food Court Kampus 1. UIN Saizu berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan kampus.
“Untuk PKS Food Court Kampus 1, alhamdulillah semuanya memperpanjang kontraknya. Sekarang pengelolaan sudah memasuki tahun ketiga dan seluruh tenant tetap melanjutkan kerja sama,” ujarnya.
Dijelaskan, perpanjangan kontrak seluruh tenant tersebut menjadi indikator bahwa kawasan food court yang dibangun kampus mampu menghadirkan iklim usaha yang sehat, sekaligus memberikan manfaat bagi sivitas akademika. Seluruh tenant memilih melanjutkan kerja sama tanpa ada yang mengundurkan diri.
Keberhasilan mempertahankan seluruh tenant tersebut dinilai menjadi bukti bahwa konsep pengembangan bisnis yang dijalankan kampus mulai menunjukkan hasil. Selain menyediakan ruang usaha yang strategis, kawasan food court juga menjadi pusat aktivitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga tamu kampus.
Tak berhenti pada mempertahankan tenant yang sudah ada, P2B UIN Saizu juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha baru untuk bergabung melalui satu stand yang masih tersedia. Stand baru tersebut dirancang dengan konsep berbeda dibanding tenant sebelumnya.
Selain memiliki tata ruang yang lebih representatif, fasilitas pendukung juga ditingkatkan agar memberikan kenyamanan bagi penyewa maupun pengunjung. Hingga awal Agustus 2026, sedikitnya dua calon tenant telah mengajukan penawaran untuk mengelola stand tersebut.
Menurutnya, kedua calon penyewa memberikan sejumlah masukan terkait kelengkapan fasilitas, seperti tempat pencucian peralatan, wastafel, hingga fasilitas pendukung lainnya. Masukan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pengelola, sehingga kini seluruh fasilitas telah tersedia.
“Kemarin sudah ada dua calon yang mengajukan penawaran. Mereka meminta kelengkapan seperti tempat cuci dan wastafel. Sekarang fasilitasnya sudah lengkap, tinggal komunikasi lanjutan dengan calon tenant,” jelasnya.
Selain fasilitas yang lebih lengkap, stand baru itu juga menawarkan suasana yang lebih nyaman karena telah dilengkapi pendingin ruangan (AC). Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa dan seluruh pengunjung Food Court Kampus 1.
Dengan bertambahnya fasilitas modern, kawasan kuliner UIN Saizu diharapkan semakin menarik bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya di lingkungan kampus. Pengembangan food court merupakan bagian dari visi besar P2B UIN Saizu dalam membangun pusat bisnis kampus yang produktif dan berkelanjutan.
Saat ini, pihak kampus juga tengah menjajaki peluang kerja sama baru dengan perusahaan Pringgading yang menawarkan konsep investasi berbasis revenue sharing. Dalam skema tersebut, investor akan menyediakan investasi, sedangkan kampus menyiapkan lokasi usaha, sehingga kedua pihak memperoleh manfaat dari hasil pengelolaan bisnis.
Rencana kerja sama tersebut masih menunggu persetujuan Rektor UIN Saizu sebelum memasuki tahap pembahasan lebih lanjut. “Insyaallah hari ini, kami akan berkonsultasi dengan Pak Rektor. Kalau nanti disetujui, akan dilanjutkan komunikasi dengan Pringgading. Selama ini mereka juga sudah menjadi mitra katering kampus,” katanya.
Apabila terealisasi, kawasan yang berada di sekitar sisi taman kanak-kanak (TK) kampus akan dikembangkan menjadi salah satu pusat aktivitas bisnis baru di lingkungan UIN Saizu. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperkuat sumber pendapatan non-akademik sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi mitra kampus. (NA)

Leave a Reply