LPM UIN Saizu Gelar FGD GKM untuk Perkuat Budaya Mutu Fakultas & Pascasarjana

LPM UIN Saizu Gelar FGD GKM untuk Perkuat Budaya Mutu Fakultas & Pascasarjana
LPM Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar FGD Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas dan Pascasarjana di Ruang Rapat Eks LPM, Rektorat Lantai IV, Selasa (15/9/2026). (Istimewa)

Utarakini.com, PURWOKERTO—Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas dan Pascasarjana di Ruang Rapat Eks LPM, Rektorat Lantai IV, Kampus UIN Saizu, Selasa (15/9/2026). 

Ketua LPM UIN Saizu Purwokerto, Prof. Supriyanto, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat peran GKM dalam membangun dan mengembangkan budaya mutu di lingkungan UIN Saizu Purwokerto. FGD menghadirkan Sekretaris Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) Unsoed, Dr. Wisnu Widjanarko.

Menurut Prof. Supriyanto, GKM memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat Fakultas dan Pascasarjana. GKM, lanjutnya, bukan sekadar unit yang menjalankan administrasi kegiatan mutu.

Lebih dari itu, lanjutnya, GKM merupakan perpanjangan tangan LPM sekaligus salah satu penggerak utama dalam menumbuhkan budaya mutu di lingkungan unit kerja.

“Dalam konteks ini, GKM memiliki posisi yang sangat strategis sebagai perpanjangan tangan LPM di tingkat fakultas dan pascasarjana. GKM bukan hanya menjadi pelaksana administratif kegiatan mutu, tetapi menjadi motor penggerak budaya mutu yang memastikan bahwa siklus PPEPP, yaitu penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan, dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dia menegaskan peningkatan mutu perguruan tinggi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kelembagaan. Karena itu, pelaksanaan SPMI tidak dapat berjalan sendiri-sendiri pada masing-masing unit.

“Peningkatan mutu lembaga tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara tingkat universitas, fakultas, program studi, dan seluruh unit pendukung,” tegasnya.

Pihaknya mengapresiasi seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam FGD tersebut.

“Atas nama LPM UIN Saizu Purwokerto, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Dr. Wisnu membagikan perspektif dan praktik baik mengenai penguatan tata kelola mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu, serta optimalisasi peran unit mutu di tingkat fakultas dan program studi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ketua Program Studi (Korprodi) di lingkungan Fakultas dan Pascasarjana serta Gugus Kendali Mutu (GKM) UIN Saizu Purwokerto.

Forum tersebut tidak hanya menjadi sarana penguatan pemahaman mengenai sistem penjaminan mutu, tetapi juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam menjalankan penjaminan mutu secara sistematis dan berkelanjutan.

Selain pemaparan materi, FGD juga menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi penjaminan mutu di tingkat fakultas, program studi, dan unit kerja. Peserta didorong untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul di unit masing-masing.

Dari persoalan tersebut, peserta kemudian diajak mendiskusikan langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan akademik maupun kelembagaan. Melalui forum ini, LPM UIN Saizu Purwokerto mendorong semakin kuatnya sinergi antara LPM, Fakultas/Pascasarjana, program studi, dan GKM.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan tata kelola mutu yang konsisten, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Penguatan peran GKM juga menjadi bagian dari upaya UIN Saizu Purwokerto untuk memastikan implementasi SPMI tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif.

Sebaliknya, sistem penjaminan mutu diharapkan menjadi bagian integral dari proses pengembangan kelembagaan dan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi, komitmen, dan konsistensi seluruh sivitas akademika, UIN Saizu terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal untuk mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang Unggul, Progresif, dan Integratif. (NA)

Leave a Reply