Utarakini.com, JAKARTA — Sebanyak 25 kapal terpantau melintasi jalur perairan di Selat Hormuz pada Kamis (18/6/2026). Lalu lintas kapal komersial di Hormuz ini meningkat ke level tertinggi sejak awal Juni 2026.
Seperti dilansir Antara, kapal tanker mulai melintas setelah berlakunya nota kesepahaman Amerika Serikat dan Iran yang mencakup pembukaan kembali selat dan pencabulan blokade laur AS tehradap Iran.
Iran dan AS mencapai kesepakatan 14 poin pada 14 Juni melalui proses perundingan yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog. Dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Islamabad itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Kesepakatan tersebut memuat ketentuan penghentian perang, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pencabutan blokade maritim AS terhadap Iran.
Selat Hormuz menjadi perhatian pasar setelah lalu lintas komersial di jalur itu melambat tajam menyusul dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Arus Kapal Melonjak
Berdasarkan data yang dihimpun Anadolu dari perusahaan analitik Kpler dan MarineTraffic, sebanyak 25 kapal yang mengangkut LNG, minyak mentah, produk minyak, pupuk, muatan curah kering, dan kontainer melintasi Selat Hormuz pada Kamis. Sembilan kapal di antaranya teridentifikasi membawa muatan penuh.
Empat kapal tanker raksasa saja membawa sedikitnya delapan juta barel minyak mentah melalui selat tersebut.
Tiga tanker raksasa mengangkut 6,2 juta barel minyak Saudi, dengan lebih dari empat juta barel menuju Jepang dan Korea Selatan. Tujuan 2,1 juta barel di atas kapal tanker berbendera Saudi Jaham belum diketahui.
Kapal tanker raksasa Tenzan, yang membawa 1,8 juta barel minyak mentah dari Uni Emirat Arab, juga berlayar menuju Jepang.
Kapal LNG berbendera Prancis Mraikh mengangkut 169 ribu meter kubik LNG dari fasilitas Ras Laffan, Qatar, menuju Pakistan.
Kapal tanker berbendera Hong Kong Tong Lin Wan membawa 592 ribu barel produk minyak bersih dari Uni Emirat Arab dan menuju Singapura.
Dua kapal curah kering bermuatan penuh yang melintasi selat itu mengangkut pupuk ke India dan China.
Data MarineTraffic menunjukkan 12 kapal komersial melintasi Selat Hormuz pada 14 Juni, kemudian 10 kapal pada 15 Juni, 14 kapal pada 16 Juni, dan tujuh kapal pada 17 Juni.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, banyak kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz tercatat berada di bawah sanksi atau diidentifikasi sebagai bagian dari apa yang disebut armada bayangan (shadow fleet).
Sejumlah besar pelayaran terbaru juga dilakukan melalui perairan teritorial Iran, jalur yang umum disebut sebagai Iran route.

Leave a Reply