DPD APPSI Karanganyar Dikukuhkan, Fokus Perkuat Daya Saing Pedagang Pasar

DPD APPSI Karanganyar Dikukuhkan, Fokus Perkuat Daya Saing Pedagang Pasar
Pengurus DPD APPSI Karanganyar dikukuhkan di Pendapa Rumah Dinas Bupati pada Selasa (9/6/2026).

Utarakini.com, KARANGANYAR — Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Karanganyar resmi dikukuhkan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (9/6/2026).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karanganyar, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Ketua Harian DPP APPSI yang diwakili Don Muzakir, jajaran pengurus APPSI, serta para pedagang pasar dari berbagai wilayah di Karanganyar.

Dalam sambutannya, Rober menegaskan pasar tradisional memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi rakyat yang menghidupi ribuan keluarga dan menjadi salah satu penopang perputaran ekonomi daerah.

Menurut dia, para pedagang pasar merupakan pelaku ekonomi yang setiap hari berkontribusi menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sehingga perlu mendapatkan perhatian, perlindungan, dan dukungan yang berkelanjutan.

“Ketika pedagang pasar maju, manfaatnya tidak hanya dirasakan pedagang itu sendiri, tetapi juga keluarga mereka, pemasok barang, pelaku usaha kecil lainnya, hingga masyarakat yang menggantungkan hidup pada aktivitas ekonomi di pasar,” ujarnya.

Bupati mengatakan pengukuhan DPD APPSI Karanganyar menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi pedagang pasar dalam pembangunan daerah. APPSI diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan kepentingan pedagang sekaligus menjembatani komunikasi dengan pemerintah.

Pemkab Karanganyar, lanjut dia, berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan melalui pembinaan usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penataan pasar, dan penguatan daya saing pedagang di tengah perubahan pola perdagangan.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan investasi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat kecil untuk tumbuh, berkembang, dan merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” katanya.

Fokus Penguatan SDM dan Digitalisasi

Ketua Harian DPP APPSI yang diwakili Don Muzakir menjelaskan pelantikan pengurus APPSI Karanganyar merupakan bagian dari proses reorganisasi organisasi yang telah berdiri selama 22 tahun.

Ia mengatakan APPSI akan menggelar musyawarah nasional dalam beberapa bulan mendatang sehingga diperlukan penguatan organisasi hingga tingkat daerah.

“Harapan kami pengurus yang baru dilantik benar-benar bekerja di tengah masyarakat dan pedagang pasar. Kita perlu menyuarakan kepentingan dan kesejahteraan pedagang,” ujarnya.

Don menilai masih banyak pedagang pasar yang mengalami kesulitan mengakses permodalan, termasuk kredit usaha rakyat (KUR), karena minimnya pendampingan. Karena itu, APPSI akan memperkuat peran pendampingan agar program pemerintah dapat tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi pasar tradisional, mulai dari perkembangan perdagangan daring hingga ekspansi pasar modern.

Menurut dia, pasar tradisional harus beradaptasi tanpa meninggalkan ciri khasnya sebagai ruang interaksi sosial dan transaksi langsung antara pedagang dan pembeli.

“Pasar tradisional tidak boleh ditinggalkan zaman. Kita harus membantu pedagang agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan keunggulan pasar tradisional,” katanya.

Selain itu, APPSI mendorong pemerintah untuk lebih memprioritaskan revitalisasi pasar dibanding pembangunan pasar baru. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk memperbaiki fasilitas pasar yang sudah ada sekaligus menghindari munculnya bangunan pasar yang tidak termanfaatkan secara optimal.

Fokus Penguatan SDM dan Digitalisasi

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Karanganyar terpilih, Ilhamsyah Hoesin, menyampaikan kepengurusan baru akan memfokuskan program kerja pada tiga bidang utama, yakni penguatan karakter dan pola pikir pedagang, peningkatan manajemen usaha, serta digitalisasi pasar.

Ia mengatakan pedagang pasar perlu memiliki pola pikir modern agar mampu bersaing di tengah perkembangan pasar modern dan perdagangan berbasis digital.

“Jangan meninggalkan tradisionalnya, tetapi mindset-nya harus modern. Kita tidak bisa menutup persaingan, yang harus ditingkatkan adalah kemampuan SDM pedagang,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, APPSI Karanganyar akan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Dinas UMKM, guna menyusun program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pedagang di lapangan.

Selain itu, organisasi tersebut juga akan mendorong digitalisasi pasar, termasuk penggunaan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS dan pemanfaatan platform digital untuk mendukung aktivitas perdagangan.

“Kami fokus pada pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar pedagang pasar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas pasar tradisional,” kata Ilhamsyah.

Leave a Reply