Utarakini.com, SEMARANG – Rumah hunian milik keluarga Edy dan Dwi Wahyuningsih di Jalan Plewan 1 RT 005/RW 003, Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, terbakar pada Senin (14/9/2026) dini hari. Obat nyamuk bakar yang terjatuh ke kasur diduga menjadi pemicu kebakaran.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang Tantri Pradono mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran rumah hunian tersebut sekitar pukul 03.57 WIB. Sebanyak enam armada Damkar langsung dikerahkan ke lokasi.
“Kami mengerahkan enam armada dan 30 petugas Damkar untuk proses pemadaman kebakaran rumah huni di Siwalan, Gayamsari,” ucap Tantri saat dihubungi Espos, Senin.
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun petugas Damkar Kota Semarang, kebakaran bermula ketika anak dari keluarga tersebut, Ihsan, 17, menyalakan obat nyamuk bakar di kamar belakang sekitar pukul 02.00 WIB.
Remaja laki-laki itu kemudian bermain-main dengan obat nyamuk sambil membakar kertas. Obat nyamuk tersebut kemudian terjatuh ke atas kasur hingga memunculkan api.
Ihsan sempat menyiram bagian kasur yang terbakar menggunakan air sebelum meninggalkan kamar dan tidur di kamar lain. Namun, bara api diduga belum sepenuhnya padam.
Sekitar pukul 03.00 WIB, Dwi Wahyuningsih, 48, dikejutkan dengan kobaran api yang telah membesar di kamar belakang.
Dwi sempat berusaha memadamkan api secara mandiri. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena di sekitar titik api terdapat banyak barang yang mudah terbakar.
Ibu Terluka Saat Berusaha Padamkan Api
“Jadi yang tau pertama api sudah besar itu ibu-ibu. Dia juga berusaha memadamkan api tapi malah tangan kanan dan kakinya terluka terkena percikan api. Lukanya tidak begitu parah, sekarang telah dibawa ke rumah sakit Ketileng,” ungkap Tantri.
Tantri menyebut proses pemadaman yang dilakukan Damkar selesai sekitar pukul 05.50 WIB. Bangunan yang terdampak kebakaran memiliki luas sekitar 90 meter persegi, dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar enam meter.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah perabot rumah tangga seperti kulkas, televisi, pakaian, kipas angin, kompor gas, dan barang lainnya hangus terbakar. Damkar memperkirakan total kerugian materi mencapai sekitar Rp100 juta.
“Di dekat rumah yang terbakar juga ada tempat pengepul rongsok yang masih satu keluarga. Ada sedikit rongsok yang terbakar, tapi dua karung rongsok yang berhasil dipindahkan keluar,” tandas Tantri.

Leave a Reply