FGD World Breastfeeding Week 2026 di Solo Bahas Penguatan Dukungan Menyusui

FGD World Breastfeeding Week 2026 di Solo Bahas Penguatan Dukungan Menyusui
Peserta mengikuti peringatan World Breastfeeding Week (Pekan Menyusui Sedunia) 2026 yang diselenggarakan AIMI Cabang Solo di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Sabtu (1/8/2026). (Istimewa)

Utarakini.com, SOLO — Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Program Pendukung Menyusui untuk Peningkatan Gizi, Ketahanan Pangan, dan Pengurangan Kemiskinan di Kota Solo dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week (WBW) 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat berbagai program pendukung menyusui yang telah berjalan di Kota Solo.

FGD mengangkat tema global WBW 2026, “Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works” atau Menyusui untuk Awal Kehidupan Berkelanjutan: Perkuat Keberhasilan.

Ketua AIMI Solo, Shinta Normala Sari menjelaskan tema tersebut menekankan pentingnya memperkuat program-program yang telah terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan menyusui, mulai dari kebijakan tempat kerja yang ramah ibu menyusui, penyediaan ruang laktasi yang layak, hingga penguatan layanan di posyandu dan fasilitas kesehatan.

“Menyusui memiliki peran strategis dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus membantu mengurangi beban ekonomi keluarga,” kata dia, dalam keterangan tertulis yang diterima Espos.

Lebih lanjut disampaikan, ASI dinilai sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi, aman karena selalu tersedia dan bebas biaya, serta mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga yang seharusnya dialokasikan untuk membeli susu formula maupun biaya pengobatan akibat anak yang lebih sering sakit.

Meski berbagai program pendukung menyusui telah dijalankan pemerintah maupun kader kesehatan, masih terdapat sejumlah hambatan di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi keterbatasan fasilitas ruang laktasi, minimnya dukungan dari keluarga, hingga masih berkembangnya berbagai mitos yang keliru mengenai pemberian ASI. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam FGD.

FGD ini juga bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai kontribusi menyusui terhadap peningkatan gizi, ketahanan pangan, dan pengurangan kemiskinan, memetakan berbagai hambatan yang dihadapi ibu menyusui di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun fasilitas kesehatan, serta menyepakati pembagian peran antarlembaga dalam membangun sistem dukungan menyusui yang lebih terintegrasi.

Dihadiri Berbagai Unsur

Kegiatan yang diselenggarakan AIMI Cabang Solo tersebut dilaksanakan di Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo, pada Sabtu (1/8/2026). Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain Ketua TP PKK Kota Surakarta, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, konselor ASI dari lima puskesmas, kader posyandu, Pokja IV kelurahan, hingga para ibu menyusui.

Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan mengenai manfaat menyusui dari sisi nutrisi, keamanan pangan, dan pengurangan kemiskinan. Selanjutnya peserta dibagi ke dalam empat kelompok yang terdiri atas kelompok ibu menyusui, kader posyandu, Pokja IV, serta petugas kesehatan dan dinas terkait untuk memetakan program yang telah berhasil, mengidentifikasi hambatan, serta menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut.

Melalui FGD tersebut, AIMI Cabang Solo berharap dapat memperkuat berbagai program menyusui yang telah terbukti efektif sekaligus merumuskan solusi taktis untuk mengatasi hambatan yang selama ini mengurangi keberhasilan program.

Dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan tangguh.

Leave a Reply