Ratusan Murid dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Dinkes Lakukan Uji Lab

Ratusan Murid dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Dinkes Lakukan Uji Lab
Petugas Dinkes Kota Semarang sedang mengecek sample makanan MBG yang menyebabkan ratusan siswa-guru di SMKN 6 Kota Semarang diduga alami keracunan. Jumat (31/7/2026) (Dok. Dinkes Kota Semarang)

Utarakini.com, SEMARANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang melakukan penanganan dan penyelidikan epidemiologi menyusul dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMK Negeri 6 Kota Semarang pada Jumat (31/7/2026). Tim dari Dinkes bahkan memberikan pelayanan medis kepada siswa dan guru serta mengambil makanan untuk diperiksa di laboratorium.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan pihaknya menerima laporan keracunan di sekolah tersebut sekitar pukul 10.30 WIB. Selanjutnya Dinkes langsung menerjunkan tim dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti puskesmas, rumah sakit, sekolah, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian,” ujar Hakam kepada Espos, Jumat malam. 

Berdasarkan catatan yang diperoleh, sebanyak 707 orang yang terdiri dari 693 siswa dan 14 guru mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, kemudian ada 9 orang yang terpaksa dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Hakam mengatakan timnya juga mengamankan sampel makanan, sisa pangan dan spesimen dari korban untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab kejadian dan langkah penanganan selanjutnya.

“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Oleh karena itu, kami memberikan imbauan kepada masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan,” ungkap Hakam. 

Di sisi lain, Hakam juga menambahkan bahwa Dinkes masih terus berkoordinasi pihak SMK Negeri 6 Semarang, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi Semarang Timur dan Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri yang terlibat pemberian program MBG. 

Sebagai langkah antisipasi, distribusi MBG dari penyelenggara SPPG Karangturi yang rutin menyalurkan ke sekolah SMKN 6 Kota Semarang dihentikan sementara waktu hingga penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan. 

Hasil penyelidikan epidemiologi maupun pemeriksaan laboratorium akan diumumkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai. Hal itu dilakukan guna mengungkap penyebab kejadian dugaan keracunan pada menu MBG tersebut dapat dipastikan secara akurat.

“Kami terus memantau kondisi pasien yang menjalani perawatan maupun observasi serta melakukan pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang berpotensi terdampak agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh,” tandas Hakam. 

Leave a Reply