Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Pekerja, Didominasi Gen Z dan Milenial

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Pekerja, Didominasi Gen Z dan Milenial
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berbicara dalam Jatim Media Summit 2026, di Surabaya, Jatim, Kamis (30/7/2026). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah

Utarakini.com, SURABAYA — Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengungkap sebanyak 63 persen pekerja atau pegiat ekonomi kreatif merupakan gen Z dan milenial. Angka ini menunjukkan industri kreatif menjadi sektor yang paling banyak diminati generasi muda.

Menurut dia, pengembangan sektor industri kreatif berpotensi menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan usia produktif.

Selain didominasi generasi muda, lanjutnya, sektor ekonomi kreatif juga memiliki tingkat inklusivitas yang tinggi karena 58 persen pelaku atau pekerjanya merupakan perempuan.

Menurut Teuku, perkembangan industri kreatif dalam lima tahun terakhir terus menunjukkan tren positif yakni setiap tahun mampu menyerap sekitar 1 juta hingga 1,5 juta tenaga kerja baru.

Saat ini, jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif telah mencapai sekitar 27,4 juta orang dengan sebagian besar berasal dari kelompok gen Z serta milenial.

Ia menilai karakteristik dunia kerja di industri kreatif menjadi salah satu faktor yang menarik minat generasi muda untuk berkarier di sektor tersebut.

“Gen Z dan milenial ingin bekerja sesuai dengan passion atau hobinya. Mereka juga menginginkan waktu kerja yang fleksibel, serta memiliki peluang memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Pada era digital seperti sekarang, hal itu sangat mungkin diwujudkan melalui industri kreatif,” ujarnya dalam Jatim Media Summit 2026 di Surabaya, Jatim, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, transformasi digital membuka ruang yang lebih luas bagi pekerja kreatif untuk mengembangkan usaha maupun profesi berbasis keterampilan tanpa dibatasi lokasi dan waktu kerja.

Di sisi lain, Teuku menyoroti tingginya proporsi pengangguran terbuka yang berasal dari kelompok usia muda yakni dari sekitar 7,47 juta pengangguran di Indonesia sekitar 82,6 persen di antaranya merupakan gen Z dan milenial.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan pentingnya memperkuat ekosistem industri kreatif sebagai sektor yang mampu menyerap tenaga kerja muda sekaligus mengurangi pengangguran.

“Kalau keinginan gen Z dan milenial bekerja di industri kreatif begitu besar, sementara 82,6 persen pengangguran juga berasal dari kelompok yang sama, berarti industri kreatif bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran terbuka,” katanya yang dikutip dari Antara.

Dia meyakini kondisi serupa juga terjadi di Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui kekuatan sumber daya manusia, komunitas kreatif, serta perkembangan teknologi digital.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui peningkatan keterampilan, akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital agar semakin banyak generasi muda yang dapat terserap ke sektor tersebut.

Teuku berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, lembaga pendidikan, dan komunitas kreatif dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus melahirkan lebih banyak wirausaha baru berbasis kreativitas.

Terlebih, pengembangan industri kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Leave a Reply