Klaten Lurik Night Carnival 2026 Meriah, 20 Peserta Angkat Pesona Wastra Lurik

Klaten Lurik Night Carnival 2026 Meriah, 20 Peserta Angkat Pesona Wastra Lurik
Salah satu peserta tampil di panggung pentas saat digelar Klaten Lurik Night Carnival di alun-alun, Senin (27/6/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Utarakini.com, KLATEN — Gemerlap lampu malam berpadu dengan warna-warni motif lurik menghiasi sepanjang Jalan Pemuda hingga Alun-alun Klaten, Senin (27/7/2026). Sebanyak 20 peserta menampilkan kostum kreatif berbahan lurik yang dipadukan dengan tari-tarian dalam Klaten Lurik Night Carnival (KLNC) 2026, menjadikan wastra khas Klaten tampil semakin memikat.

Karnaval yang dimulai pukul 20.00 WIB itu kembali digelar pada malam hari, melanjutkan konsep yang sukses menarik perhatian masyarakat pada penyelenggaraan sebelumnya. Mengusung tema Lurik Semakin Dilirik, para peserta berparade di sepanjang Jalan Pemuda sebelum menampilkan atraksi terbaik di panggung utama yang berdiri di kawasan Alun-alun Klaten.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-222 Klaten, Much. Nasir, mengatakan penyelenggaraan karnaval menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya tak benda. Lurik Klaten sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2021.

Selain memeriahkan Hari Jadi ke-222 Klaten, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia.

“Pada tahun ini KLC diikuti 20 peserta terdiri dari BUMN, BUMD, perusahaan, rumah sakit, universitas, MKKS SMA dan SMK, dewan kesenian, komunitas dan sanggar seni Kabupaten Klaten,” kata Nasir.

Menurut Nasir, setiap motif lurik yang ditampilkan bukan sekadar karya seni, tetapi juga menyimpan nilai filosofi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Dari lurik Klaten kita belajar tentang kesederhanaan, kekuatan, keteraturan yang membentuk keindahan serta setiap helai lurik merupakan doa yang ditenun, harapan yang dijalin dan warisan budaya yang harus terus dijaga,” kata Nasir.

Lurik Klaten Didorong Makin Mendunia

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan penyelenggaraan Klaten Lurik Night Carnival pada malam hari untuk kedua kalinya menghadirkan suasana yang semakin semarak. Beragam kostum, koreografi, dan kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Hamenang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, dan berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya karnaval. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan acara ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan lurik sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Klaten.

“Luruik merupakan wastra asli Klaten yang luar biasa dan harapan kami lewat kegiatan ini bisa semakin mengglobal,” ungkap Hamenang.

Kemeriahan karnaval juga disaksikan Bupati Gayo Lues, Aceh, Suhaidi, yang tengah berada di Klaten dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antardaerah. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara.

“Acara malam ini luar biasa dan saya juga heran melihat antusias masyarakat untuk menghadiri acara malam ini. Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kabupaten Klaten,” kata Suhaidi.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian berasal dari BUMDes Sidowayah, Kecamatan Polanharjo. Sebanyak 60 orang yang seluruhnya merupakan warga Desa Sidowayah tampil membawakan tema Lurik Masu Rogo dengan memadukan kostum dan pertunjukan tari.

“Kami tampilkan anak muda di desa kami. Tema yang kami angkat tahun ini Lurik Masu Rogo,” kata Direktur BUMDes Sidowayah, Hartaya.

Hartaya menjelaskan persiapan dilakukan selama sepekan, mulai dari pembuatan kostum hingga latihan koreografi. Ia berharap Klaten Lurik Night Carnival tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mengangkat pamor lurik hingga pasar internasional.

“Harapan kami tahun depan ada apresiasi mengangkat lurik ke kancah dunia. Semakin banyak tamu-tamu mancanegara yang datang kemudian membeli produk lurik langsung dari para perajin,” jelas Hartaya.

Leave a Reply