Produksi Gabah Kering Meningkat 25%, Sukoharjo Jadi Percontohan Produksi Padi

Produksi Gabah Kering Meningkat 25%, Sukoharjo Jadi Percontohan Produksi Padi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama kepala daerah se-Soloraya memanen padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Rabu (24/6/2026). (Istimewa/Humas Pemkab Sukoharjo)

Utarakini.com, SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo menjadi percontohan daerah lain dalam peningkatan produksi padi guna menjaga pencapaian swasembada pangan nasional. Capaian gabah kering giling meningkat 25 persen atau sekitar 160.000 ton pada tahun ini.

Pernyataan ini diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri panen raya padi di wilayah Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026). Kegiatan itu dihadiri para kepala daerah se-Soloraya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, serta anggota gabungan kelompok tani (gapoktan). 

Dalam kesempatan itu, Luthfi bersama kepala daerah se-Soloraya turut memanen padi menggunakan combine harvester. Selepas memanen padi, Luthfi menyempatkan diri untuk berdialog dengan para petani dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.

“Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten yang mengalami kenaikan sekitar 25 persen gabah kering atau hampir sekitar 160.000 ton. Artinya, capaian ini menjadi percontohan kabupaten lain yang sudah menerapkan mekanisasi pertanian modern,” kata dia.

Musim kemarau yang diperkirakan lebih lama menjadi tantangan dan perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Pemerintah menyiapkan beragam langkah antisipasi guna mendongkrak produksi padi sehingga mampu menjaga swasembada pangan hingga akhir 2026. 

Langkah antisipasi itu berupa pipanisasi, sumurisasi, pompanisasi, hingga revitalisasi lahan pertanian, dan regenerasi petani. “Kami telah mengajukan 17.000 unit pompa yang akan didistribusikan ke masing-masing daerah untuk membantu pengairan lahan pertanian selama musim kemarau,” ujar dia.

Beragam upaya itu menjadi bagian dari strategi Jawa Tengah untuk memenuhi target produksi padi nasional. Produksi padi Jawa Tengah selama periode Januari-Juli 2026 mencapau 6,69 juta ton gabah kering kering atau sekitar 63,43 persen. Sedangkan produksi padi Jawa Tengah ditarget sebanyak 10,5 juta ton padi. 

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan Sukoharjo merupakan daerah lumbung padi Jawa Tengah. Produktivitas padi terus meningkat berkat kekompakan dan kesolidan para petani dalam mengolah sawah. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memberi atensi khusus terhadap sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan sumur dalam, irigasi, dan jalan usaha tani. “Alhamdulillah, produksi padi di Sukoharjo surplus 132.000 ton pada 2025. Hal ini bagian dari menjaga swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” papar dia.

Leave a Reply