Progres Pembangunan SRT Sragen Terbaik Nasional, Tapi Calon Siswa SD Baru 5 Anak

Progres Pembangunan SRT Sragen Terbaik Nasional, Tapi Calon Siswa SD Baru 5 Anak
Lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 78 Mondokan di Jalan Sukodono-Mondokan, Kedawung, Mondokan, Sragen, belum lama ini. (Istimewa)

Utarakini.com, SRAGEN — Progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi atau SRT 78 Sragen menjadi yang terbaik nasional dengan capaian 90%. Gedung SRT ditargetkan selesai Juli 2026 dan akan digunakan untuk pembelajaran untuk siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Namun demikian, hingga kini hasil penjangkauan calon siswa (casis) untuk jenjang SD baru mendapat lima orang dari kuota 90 orang. Sedangkan untuk casis SMP dan SMA sudah terpenuhi.

Informasi yang diterima Espos, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akan melihat langsung progres pembangunan SRT di Sragen. Namun, hingga Senin (15/6/2026), Bupati Sragen Sigit Pamungkas belum mendapatkan konfirmasi terkait dengan rencana kehadiran menteri tersebut.

Bupati mengungkapkan proses pembangunan SRT 78 Sragen di Mondokan, Sragen, paling baik se-Indonesia. Dia bersyukur capaian pekerjaan di SRT terhitung bagus dan sesuai target. Dia berharap pembangunan SRT segera selesai dan segera dapat dimanfaatkan untuk aktivitas belajar mengajar siswa-siswa SRT.

“Targetnya Juli harus sudah selesai. Kalau belum selesai ya memakai bangunan rincian di kompleks BLK Sragen. Semoga Juni ini bisa selesai,” harap Bupati.

Sigit belum mendapat laporan update progres terakhir pembangunan SRT Mondokan. Selain bangunannya, Bupati juga berkonsentrasi pada  calon siswa, terutama jenjang SD yang baru mendapat lima orang. Dia mengatakan untuk SMP dan SMA sudah terpenuhi, tinggal SD yang masih menjadi perhatian.

Bupati memanggil para kepala desa (kades) dan camat untuk membantu sosialisasi tentang penerimaan calon siswa di SRT Sragen. Dia mengatakan mereka bisa membantu membujuk para orang tua agar anak-anak mereka bisa sekolah gratis di SRT, utamanya untuk jenjang SD. Strategi berikutnya, Bupati menggerakkan pendamping desa untuk sosialisasi SRT ke desa-desa.

“Nah, problemnya memang casis SD itu ada kedekatan emosional keluarga yang sulit untuk ditinggalkan. Istilahnya orang tua ora tega [tidak tega] lah,” jelas Sigit.

Pembentukan Karakter Sejak Dini

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen, Yuniarti, menerangkan mekanisme penerimaan peserta didik di SRT mengacu pada Keputusan Menteri Sosial No 63/HUK/2026 dengan mekanisme penjangkauan. Dia menyampaikan jadwal penjangkauan dilaksanakan pada pekan I Mei hingga pekan IV Juni 2026. 

Dia mengatakan penjangkauan calon siswa dilaksanakan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Dari hasil penjangkauan dan yang sudah dientri ke sistem untuk jenjang SMA sebanyak 104 orang, SMP 123 orang, dan SD sebanyak lima orang. Dia menjelaskan khusus untuk jenjang SD belum memenuhi kuota maka selama ini kalau ada yang mendaftar masih bisa diterima.

“Sebenarnya sekolah dengan sistem boarding bertujuan untuk pembentukan karakter supaya bisa maksimal. Pembentukan karakter yang dimulai dari jenjang SD sampai SMA itu, anak benar-benar memiliki karakter yang kuat. Selama di asrama, orang tua bisa menjenguk anaknya. Selama di asrama ada penanggung jawab, satu orang memegang 10 anak,” jelas dia.

Dia berharap setelah bangunan SRT jadi bisa jadi daya tarik tersendiri bagi para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SRT Mondokan. Menurutnya para casis dari luar Sragen juga bisa diterima di SRT.

Berikut Kuota Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen TA  2026/2027 :

  • SD 90 siswa
  • SMP 90 siswa
  • SMA 90 siswa

Hasil Penjangkauan calon siswa Hingga Senin (15/6/2026)

  • SD 5 siswa
  • SMP 130 siswa
  • SMA 115 siswa

Sumber: Dinsos Sragen

Leave a Reply