Tak Sekadar Membaca, Baca Senyap Jadi Ajang Book Date Gen Z Semarang

Tak Sekadar Membaca, Baca Senyap Jadi Ajang Book Date Gen Z Semarang
Suasana baca senyap di ruang lantai 2 Gramedia Jalma Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026). (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Utarakini.com, SEMARANG — Suasana berbeda terlihat di lantai 2 Gramedia Jalma Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026) pagi. Ratusan anak muda yang didominasi Generasi Z (Gen Z) memenuhi hampir setiap sudut ruangan untuk mengikuti kegiatan baca senyap yang menjadi pembuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Tidak terdengar percakapan ataupun aktivitas yang mencolok. Para peserta larut dalam buku masing-masing, menundukkan kepala dan tenggelam dalam setiap halaman yang mereka baca. Selama satu jam, mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB, suasana hening menjadi ruang bersama bagi para pencinta buku untuk menikmati aktivitas membaca tanpa gangguan.

Setelah sesi membaca berakhir, acara dilanjutkan dengan diskusi antara penulis dan peserta yang membahas perkembangan budaya literasi serta peran komunitas dalam menumbuhkan minat baca di Kota Semarang.

Salah seorang peserta, Bimanjaya Aji, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang yang penting bagi para pencinta buku untuk berkumpul dan saling menguatkan semangat literasi.

“Baca buku senyap ini menurut saya menjadi momentum bagi Gramedia Jalma untuk mendorong budaya baca di Kota Semarang. Kegiatan seperti ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan komunitas literasi dan merayakannya dengan membaca buku,” ujar Bima kepada Espos, Sabtu.

Warga Kecamatan Semarang Timur itu mengaku datang seorang diri untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, membaca buku selama ini lebih sering dilakukan di tempat-tempat yang tenang seperti rumah.

Selain menjadi ruang literasi, kegiatan baca senyap juga dimanfaatkan sebagian peserta sebagai cara menghabiskan akhir pekan bersama pasangan. Fenomena yang dikenal dengan istilah book date itu terlihat dari sejumlah peserta yang datang berdua namun tetap fokus membaca buku masing-masing.

Salah satunya adalah Maricy yang hadir bersama pacarnya. Menurut dia, membaca bersama menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan.

“Iya, datang ke sini sama pacar. Daripada di rumah enggak ada kegiatan, mending ke sini. Saya dan dia sama-sama suka baca buku, terus kami juga sering saling membelikan buku. Kalau ada waktu, kami kadang baca bareng,” ungkap Maricy.

Pada kesempatan itu, Maricy membawa buku koleksi pribadinya berjudul White Nights karya Fyodor Dostoevsky. Ia menilai minat baca di kalangan anak muda Semarang terus berkembang dan mulai menjadi bagian dari gaya hidup.

“Rasanya senang saja ketemu orang-orang yang memiliki hobi membaca buku. Secara angka saya tidak tahu tingkat literasi di Kota Semarang, tapi dengan melihat kegiatan baca senyap ini, saya rasa literasi di kota ini tidak terlalu rendah,” ujarnya.

Tiga Degade Gramedia

Kegiatan baca senyap tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan tiga dekade Kepustakaan Populer Gramedia yang berlangsung selama tiga hari di Semarang. Para peserta diperbolehkan membawa buku sendiri maupun membaca buku pilihan di area toko buku yang baru selesai direnovasi tersebut.

Manajer Produksi dan Redaksi Penerbit KPG, Christina M. Udiani, mengatakan sekitar 500 orang mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, acara ini menjadi ruang perjumpaan antara penerbit, pembaca, komunitas, serta toko buku dalam merawat budaya literasi.

Selama 30 tahun, KPG berupaya menghadirkan buku-buku yang mendorong dialog, rasa ingin tahu, dan pemikiran kritis mengenai berbagai isu sosial, budaya, pendidikan, hingga sains.

“Kita ini satu keluarga besar yang harus terus dirawat bersama untuk menjaga kewarasan, agar tetap bernalar dan berani bersikap. Itu pesan yang ingin kami kobarkan lewat acara baca senyap ini,” kata Christina.

Melalui kegiatan tersebut, KPG berharap semakin banyak masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperkaya cara pandang terhadap berbagai persoalan di sekitar mereka.

Leave a Reply