Festival Soto Nusantara Boyolali Diserbu Warga, 650 Porsi Gratis Ludes

Festival Soto Nusantara Boyolali Diserbu Warga, 650 Porsi Gratis Ludes
Masyarakat saat mengunjungi stan Festival Soto Nusantara di area parkir Tugu Susu Tumpah Boyolali, Sabtu (13/6/2026). (Daerah/Ni'matul Faizah)

Utarakini.com, BOYOLALI — Festival Soto Nusantara menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-179 Boyolali. Digelar di area parkir Tugu Susu Tumpah, Sabtu (13/6/2026), festival ini menghadirkan beragam soto khas daerah sekaligus memperkuat citra Boyolali sebagai destinasi wisata kuliner.

Sebanyak 13 stan soto dari berbagai daerah meramaikan festival yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Tak hanya itu, panitia juga membagikan 650 porsi soto gratis kepada pengunjung.

Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi acara. Beragam jenis soto tersaji, mulai dari kuah bening hingga kuah kental khas berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Budi Prasetyaningsih, mengatakan pengunjung bisa mendapatkan voucher soto gratis dengan mengikuti berbagai permainan yang disediakan panitia.

Dalam festival tersebut, tersedia soto khas Boyolali, Soto Sokaraja, Coto Makassar, Soto Betawi, Soto Lamongan, dan sejumlah varian soto lainnya. Selain porsi gratis, pengunjung juga dapat membeli soto dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi.

“Ini untuk memperkokoh Boyolali sebagai kota kuliner karena wisata salah satunya soal kuliner,” kata Budi saat ditemui di lokasi acara.

Kenalkan Soto Boyolali ke Wisatawan

Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan Festival Soto Nusantara menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-179 Boyolali yang tidak hanya bertujuan melestarikan budaya dan kesenian, tetapi juga mendukung perkembangan UMKM.

“Kami ingin memperkenalkan soto Boyolali sebagai kuliner andalan kepada masyarakat dalam dan luar kota Boyolali,” kata Agus.

Menurut dia, sektor kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Soto menjadi salah satu ikon kuliner yang selama ini melekat dengan Boyolali.

“Ini salah satu yang menjadi andalan kami selain dari beberapa kuliner yang lain. Dengan adanya wisata soto, diharapkan makin banyak wisatawan ke Boyolali,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung asal Solo, Akbar Kurniawan, 32, mengaku sengaja datang bersama temannya setelah bersepeda pagi untuk menikmati berbagai sajian soto yang tersedia.

“Banyak pilihan sotonya, senang bisa melihat soto-soto itu dikumpulkan menjadi satu. Terus ya tinggal pilih mau beli apa,” kata dia.

Akbar memilih mencicipi soto khas Boyolali, sementara beberapa jenis soto lainnya dicoba dari porsi milik rekannya.

“Kalau ke pameran kuliner begini mending datang banyak orang, jadi bisa saling mencicipi,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Kaila Oriza, 21, warga Banaran, Boyolali, menilai Festival Soto Nusantara menjadi daya tarik tersendiri karena menyatukan berbagai kuliner soto dalam satu lokasi.

“Ini menjadi daya tarik Boyolali, kebetulan saya juga suka soto. Saya sudah mencoba Soto Sokaraja, Soto SSB, terus ini juga mau mencoba Coto Makassar dan Lamongan. Untuk harga masih affordable,” kata dia.

Leave a Reply