Utarakini.com, PURWOKERTO-Komitmen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, kembali ditunjukkan pada Wisuda Sarjana ke-71, Magister ke-35, dan Doktor ke-14 Tahun 2026.
Pada prosesi wisuda yang digelar Selasa (9/6/2026) di Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto, sebanyak 14 wisudawan turut menerima pengakuan kompetensi melalui sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Wisuda tahun ini meluluskan sebanyak 475 mahasiswa, terdiri atas 455 lulusan program Sarjana (S-1), 18 lulusan Magister (S-2), dan 2 lulusan Doktor (S-3).
Di antara para lulusan tersebut, terdapat 14 mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 yang telah berhasil lulus uji kompetensi dan memperoleh sertifikat BNSP melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 UIN Saizu Purwokerto. Sertifikasi yang diperoleh para wisudawan mencakup berbagai skema kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Beberapa di antaranya adalah Okupasi Funding Sales Representative, Okupasi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, Klaster Pelaksanaan Pembelajaran SDM, Klaster Pengembangan Perilaku yang Terkait Orang Lain (Soft Skill), Okupasi Analis Kebijakan Publik, Okupasi Pendampingan UMKM Madya Spesialis Bidang Manajemen Pemasaran, serta Klaster Pengelolaan Zakat.
Direktur LSP P1 UIN Saizu, Miftaakhul Amri, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi sekaligus meraih sertifikat kompetensi nasional. “Alhamdulillah, selamat kepada para wisudawan dan wisudawati UIN Saizu Purwokerto yang telah berhasil menyelesaikan studi sekaligus meraih Sertifikat Kompetensi BNSP melalui LSP P1 UIN Saizu,” ujarnya.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa lulusan UIN Saizu tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional. Menurutnya, sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Selain menjadi bukti penguasaan keterampilan tertentu, sertifikat tersebut juga dapat berfungsi sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang memperkuat profil lulusan di mata dunia industri dan dunia usaha. LSP P1 UIN Saizu sendiri merupakan lembaga sertifikasi yang berlisensi resmi dari BNSP.
Lembaga ini bertugas menyelenggarakan uji kompetensi bagi mahasiswa berdasarkan standar profesi dan kebutuhan industri. Melalui program sertifikasi tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengukur sekaligus membuktikan kompetensi yang dimiliki sebelum memasuki dunia kerja.
Setiap tahunnya, LSP P1 UIN Saizu secara rutin menyelenggarakan berbagai gelombang uji kompetensi bagi mahasiswa program sarjana maupun pascasarjana. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Miftaakhul Amri berharap para lulusan yang telah mengantongi sertifikat kompetensi dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
“Semoga sertifikat kompetensi yang telah diraih menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja, berkontribusi bagi masyarakat, serta mengantarkan pada kesuksesan di masa depan. Teruslah berkarya, berinovasi, dan menjadi insan yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” tuturnya.
Melalui penguatan sertifikasi kompetensi ini, UIN Saizu terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga memiliki kompetensi terukur dan diakui secara nasional melalui sertifikasi BNSP. (NA)

Leave a Reply