Utarakini.com, SOLO — Sudah 60 tahun berlalu sejak Inggris terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia. Sejak Bobby Moore mengangkat Jules Rimet di Wembley pada 1966, Three Lions terus mengejar kejayaan yang sama.
Beberapa kali skuad Tiga Singa nyaris mencapainya, tetapi selalu gagal di saat-saat krusial. Kini, Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan harapan bahwa penantian panjang itu akhirnya bisa berakhir.
Inggris datang ke Amerika Utara sebagai salah satu favorit juara. Dengan skuad bertabur pemain kelas dunia dan pelatih anyar Thomas Tuchel di pinggir lapangan, ekspektasi publik kembali melambung tinggi. Apa pun selain perebutan gelar akan dianggap sebagai kegagalan.
Kualifikasi Sempurna di Bawah Thomas Tuchel
Inggris tampil nyaris sempurna selama kualifikasi Piala Dunia 2026. The Three Lions menyapu bersih delapan pertandingan dengan delapan kemenangan. Mereka mencetak 22 gol dan tidak kebobolan satu gol pun, sebuah catatan yang menunjukkan dominasi luar biasa. Albania, Serbia, Latvia, dan Andorra gagal menghentikan laju tim asuhan Tuchel.
Yang paling menarik bukan hanya hasilnya, tetapi juga gaya bermain Inggris. Di bawah Tuchel, Inggris tampil lebih menyerang dibanding era Gareth Southgate. Mereka lebih berani mengambil risiko, lebih agresif dalam penguasaan bola, dan memberi kebebasan lebih besar kepada pemain-pemain kreatif.
Harry Kane Tetap Jadi Tumpuan

Meski memiliki banyak pemain bintang, sosok paling penting di tim ini tetap Harry Kane.
Kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris itu kembali menjadi top skor tim selama kualifikasi dengan delapan gol. Kemampuan Kane mencetak gol, membuka ruang, hingga turun membantu permainan membuatnya tetap menjadi pusat permainan Inggris.
Di belakang Kane, Inggris memiliki banyak pemain yang mampu membuat perbedaan. Jude Bellingham menjadi motor kreativitas lini tengah, sementara Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Eberechi Eze menawarkan ancaman dari berbagai sisi lapangan.
Generasi yang Diyakini Mampu Juara
Banyak pengamat menilai skuad Inggris saat ini sebagai salah satu yang terbaik dalam dua dekade terakhir.
Di lini belakang terdapat nama-nama seperti John Stones, Marc Guehi, dan Reece James. Lini tengah dipimpin Declan Rice dan Jude Bellingham, sementara sektor serang dipenuhi pemain yang tampil reguler di klub-klub elite Eropa.
Kehadiran Thomas Tuchel juga memberi optimisme baru. Pelatih asal Jerman itu memiliki reputasi sebagai peracik strategi ulung yang telah meraih kesuksesan bersama Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Bayern Munchen. Kini tantangannya adalah membawa Inggris meraih trofi terbesar yang sudah lama mereka nantikan.
Tekanan Besar Menyertai Three Lions
Tak banyak tim yang datang ke Piala Dunia dengan tekanan sebesar Inggris.
Setiap turnamen besar selalu menghadirkan harapan tinggi dari publik dan media. Namun kali ini tekanannya terasa lebih besar karena kualitas skuad yang dimiliki dan hasil impresif selama kualifikasi.
Inggris memang memiliki semua bahan untuk menjadi juara. Pertanyaannya tinggal satu: apakah mereka mampu mengubah status favorit menjadi trofi yang sesungguhnya?
Piala Dunia 2026 bisa menjadi jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung selama enam dekade.
Profil Timnas Inggris
- Julukan: Three Lions
- Ranking FIFA: 4
- Pelatih: Thomas Tuchel
- Formasi utama: 4-2-3-1
- Gaya bermain: Intensitas tinggi dan penguasaan bola
- Kekuatan: Kedalaman skuad, kualitas individu, fleksibilitas taktik
- Kelemahan: Rentan terhadap serangan balik dan minim pelapis selevel Harry Kane
- Prestasi terbaik Piala Dunia: Juara (1966)
- Penampilan Piala Dunia: 17 kali
Jadwal Inggris di Grup L Piala Dunia 2026
- 17 Juni: Inggris vs Kroasia — AT&T Stadium
- 23 Juni: Inggris vs Ghana — Gillette Stadium
- 27 Juni: Panama vs Inggris — MetLife Stadium
Skuad Inggris di Piala Dunia 2026
Kiper: Jordan Pickford (Everton), Dean Henderson (Crystal Palace), James Trafford (Manchester City).
Bek: Reece James (Chelsea), Ezri Konsa (Aston Villa), Jarell Quansah (Bayer Leverkusen), John Stones (Manchester City), Marc Guehi (Manchester City), Dan Burn (Newcastle United), Nico O’Reilly (Manchester City), Djed Spence (Tottenham Hotspur), Tino Livramento (Newcastle United).
Gelandang: Declan Rice (Arsenal), Elliot Anderson (Nottingham Forest), Kobbie Mainoo (Manchester United), Jordan Henderson (Brentford), Morgan Rogers (Aston Villa), Jude Bellingham (Real Madrid), Eberechi Eze (Arsenal).
Penyerang: Harry Kane (Bayern Munchen), Ivan Toney (Al Ahli), Ollie Watkins (Aston Villa), Bukayo Saka (Arsenal), Noni Madueke (Arsenal), Marcus Rashford (Manchester United/Barcelona), Anthony Gordon (Barcelona).
Sumber: Sports Illustrated.

Leave a Reply